Junot foto: Adhib Mujaddid
Meraih satu juta penonton Indonesia dalam waktu 9 hari adalah pencapaian istimewa untuk film 5 CM. Meskipun ada beberapa pihak yang tak puas, namun Junot yang berperan sebagai Zafran di film itu tak terlalu meributkannya."Sejauh ini saya sih puas dengan 5 CM.
Memang kita tak bisa mengakomodir semua keinginan setiap orang dari
fantasi mereka atas novel itu. Kita lebih memilih untuk bisa
meng-generalisasikan semuanya dalam suatu hal yang masuk akal dan sesuai
dengan plot," papar Junot.
Junot yang ditemui dalam wawancara eksklusif di hotel Ollino Garden, Malang, Jumat (21/12) malam itu menegaskan bahwa beberapa hal dalam 5 CM yang tidak bisa diubah seperti lokasi gunung Semeru yang sudah pasti dilakukan dalam syuting.
"Kan settingnya 5 CM
di Semeru, jadi harus di sana. Gak mungkin dong penonton dibohongin
syuting di gunung Salak? Dari semua kekurangan yang ada dalam sebuah
karya, karya seni itu kan gak ada yang sempurna karena sifatnya
subyektif. Orang yang gak suka dengan 5 CM mungkin bisa paham karena ini karya yang dibuat pakai hati," jelas Junot.
Junot menambahkan, "Meski mungkin cerita film ini kurang mengena, namun yang paling penting dari film adalah cinema experience dan itu yang ngebuat banyak orang menonton berulang kali. Chemistry antar pemain itu cuma bumbu pengikat, karena peran penting film 5 CM adalah seluruh kru yang sangat solid. Kesuksesan 5 CM karena penggabungan dari seluruh faktor." (kpl/aia)
sumber : http://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/tembus-1-juta-penonton-junot-anggap-5-cm-karya-dari-hati-0bb840.html
“Dari
semua kekurangan yang ada dalam sebuah karya, karya seni itu kan gak
ada yang sempurna karena sifatnya subyektif. Orang yang gak suka dengan 5
CM mungkin bisa paham karena ini karya yang dibuat pakai hati.„Junot
Junot yang ditemui dalam wawancara eksklusif di hotel Ollino Garden, Malang, Jumat (21/12) malam itu menegaskan bahwa beberapa hal dalam 5 CM yang tidak bisa diubah seperti lokasi gunung Semeru yang sudah pasti dilakukan dalam syuting.
Junot menambahkan, "Meski mungkin cerita film ini kurang mengena, namun yang paling penting dari film adalah cinema experience dan itu yang ngebuat banyak orang menonton berulang kali. Chemistry antar pemain itu cuma bumbu pengikat, karena peran penting film 5 CM adalah seluruh kru yang sangat solid. Kesuksesan 5 CM karena penggabungan dari seluruh faktor." (kpl/aia)
sumber : http://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/tembus-1-juta-penonton-junot-anggap-5-cm-karya-dari-hati-0bb840.html